Jumat, 20 Agustus 2010

Struktur dan Fungsi Komputer

Struktur dan Fungsi Komputer
Struktur komputer didefinisikan sebagai cara-cara dari tiap komponen
saling terkait. Struktur sebuah komputer secara sederhana, dapat
digambarkan dalam diagram blok pada Gambar a. Sedangkan fungsi
komputer didefinisikan sebagai operasi masing-masing komponen
sebagai bagian dari struktur. Adapun fungsi dari masing-masing
komponen dalam struktur tersebut adalah sebagai berikut:
13
a) Input Device (Alat Masukan)
Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk
memasukan data atau perintah ke dalam komputer. Input device
adalah alat yang digunakan untuk menerima input dari luar sistem,
dan dapat berupa signal input atau maintenance input. Di dalam
sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam
sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang
digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Dengan demikian,
alat input selain digunakan untuk memasukkan data juga untuk
memasukkan program.
Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda, yaitu disamping sebagai
alat input juga berfungsi sebagai alat output sekaligus. Alat yang
demikian disebut sebagai terminal. Terminal dapat dihubungkan ke
sistem komputer dengan menggunakan kabel langsung atau lewat alat
komunikasi.
Terminal dapat digolongkan menjadi non intelligent terminal, smart
terminal, dan intelligent terminal. Non intelligent terminal hanya
berfungsi sebagai alat memasukkan input dan penampil output, dan
tidak bisa diprogram karena tidak mempunyai alat pemroses.
Peralatan seperti ini juga disebut sebagai dumb terminal. Smart
terminal mempunyai alat pemroses dan memori di dalamnya sehingga
input yang terlanjur dimasukkan dapat dikoreksi kembali. Walaupun
demikian, terminal jenis ini tidak dapat diprogram oleh pemakai,
kecuali oleh pabrik pembuatnya. Sedangkan intelligent terminal dapat
diprogram oleh pemakai.
Peralatan yang hanya berfungsi sebagai alat input dapat digolongkan
menjadi alat input langsung dan tidak langsung. Alat input langsung
yaitu input yang dimasukkan langsung diproses oleh alat pemroses,
14
sedangkan alat input tidak langsung melalui media tertentu sebelum
suatu input diproses oleh alat pemroses.
Alat input langsung dapat berupa papan ketik (keyboard), pointing
device (misalnya mouse, touch screen, light pen, digitizer graphics
tablet), scanner (misalnya magnetic ink character recognition, optical
data reader atau optical character recognition reader), sensor
(misalnya digitizing camera), voice recognizer (misalnya microphone).
Sedangkan alat input tidak langsung misalnya keypunch yang
dilakukan melalui media punched card (kartu plong), key-to-tape yang
merekam data ke media berbentuk pita (tape) sebelum diproses oleh
alat pemroses, dan key-to-disk yang merekam data ke media magnetic
disk (misalnya disket atau harddisk) sebelum diproses lebih lanjut.
(1) Keyboard
Merupakan alat input standart yang diperlukan dalam setiap PC.
Komponen ini tidak mengalami perkembangan yang pesat. Hanya
dalam konektor dalam PC nya saja yang mengalami perkembangan.
Dimulai dengan keyboard XT, keyboard PS2, keyboard USB dan yang
baru berkembang sekarang ini adalah keyboard wireless.
Gambar 2. Keyboard AT
15
Gambar 3. Keyboard PS/2
Gambar 4. Keyboard Wireless
(2) Mouse
Mouse merupakan komponen input yang sanagt diperlukan jika
menggunakan sistem operasi grafis. Mouse lebih banyak
eprkembangannya dari pada keyboard.
Muali dari mouse serial, mouse PS/2, mouse scroll, dan saat mouse
optik.
Gambar 5. Mouse Serial
16
Gambar 6. Mouse PS/2
Gambar 7. Mouse Optik Gambar 8. Mouse Ball
b) Output Device (Alat Keluaran)
Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan
keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hardcopy
(ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.
Output yang dihasilkan dari pemroses dapat digolongkan menjadi
empat bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol khusus), image
(dalam bentuk grafik atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat
dibaca oleh mesin (machine-readable form). Tiga golongan pertama
adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia,
sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk
proses selanjutnya dari komputer. Peralatan output dapat berupa:
17
 Hard-copy device, yaitu alat yang digunakan untuk mencetak
tulisan dan image pada media keras seperti kertas atau film.
Contoh hard-copy devicce:
Gambar 8. Printer
 Soft-copy device, yaitu alat yang digunakan untuk menampilkan
tulisan dan image pada media lunak yang berupa sinyal elektronik.
Gambar 9. Proyektor Gambar 10. Monitor
 Drive device atau driver, yaitu alat yang digunakan untuk
merekam simbol dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh
mesin pada media seperti magnetic disk atau magnetic tape. Alat
ini berfungsi ganda, sebagai alat output dan juga sebagai alat
18
input. Sekarang media penyimpan yang berkembang adalah disk
drive, hard disk, CD-ROM/CD-RW.
Gambar11l. Hard Disk Gambar 12. CD-RW
Gambar 13. Disk Drive
c) I/O Ports
Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar
sistem. I/O Port juga biasa disebut dengan bagian interface (antar
muka) karena peralatan input dan output di atas terhubung melalui
port ini.
d) CPU (Central Processing Unit)
CPU merupakan otak sistem komputer, dan memiliki dua bagian fungsi
operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat
pengolah data, dan CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja
komputer.
19
Gambar 14. Prosesor
CPU merupakan tempat pemroses instruksi-instruksi program, yang
pada komputer mikro disebut dengan micro-processor (pemroses
mikro). Pemroses ini berupa chip yang terdiri dari ribuan hingga
jutaan IC. Dalam dunia dagang, pemroses ini diberi nama sesuai
dengan keinginan pembuatnya dan umumnya ditambah dengan
nomor seri, misalnya dikenal pemroses Intel 80486 DX2-400 (buatan
Intel dengan seri 80486 DX2-400 yang dikenal dengan komputer 486
DX2), Intel Pentium 100 (dikenal dengan komputer Pentium I), Intel
Pentium II-350, Intel Pentium III-450, Intel Celeron 333, AMD K-II,
dan sebagainya. Masing-masing produk ini mempunyai kelebihan dan
kekurangan masing-masing.
e) Memori
(1) Random Access Memory (RAM)
Semua data dan program yang dimasukkan melalui alat input akan
disimpan terlebih dahulu di memori utama, khususnya RAM, yang
dapat diakses secara acak (dapat diisi/ditulis, diambil, atau dihapus
isinya) oleh pemrogram. Struktur RAM terbagi menjadi empat bagian
utama, yaitu:
 Input storage, digunakan untuk menampung input yang
dimasukkan melalui alat input.
20
 Program storage, digunakan untuk menyimpan semua instruksiinstruksi
program yang akan diakses.
 Working storage, digunakan untuk menyimpan data yang akan
diolah dan hasil pengolahan.
 Output storage, digunakan untuk menampung hasil akhir dari
pengolahan data yang akan ditampilkan ke alat output.
Input yang dimasukkan melalui alat input akan ditampung terlebih
dahulu di input storage. Bila input tersebut berupa program maka
akan dipindahkan ke program storage, dan bila berbentuk data maka
akan dipindahkan ke working storage. Hasil dari pengolahan juga
ditampung terlebih dahulu di working storage dan bila akan
ditampilkan ke alat output maka hasil tersebut dipindahkan ke output
storage.
Gambar 15. Random Access Memory
(2) Read Only Memory (ROM)
Dari namanya, ROM hanya dapat dibaca sehingga pemrogram tidak
bisa mengisi sesuatu ke dalam ROM. ROM sudah diisi oleh pabrik
pembuatnya berupa sistem operasi yang terdiri dari program-program
pokok yang diperlukan oleh sistem komputer, seperti misalnya
program untuk mengatur penampilan karakter di layar, pengisian
tombol kunci papan ketik untuk keperluan kontrol tertentu, dan
bootstrap program. Program bootstrap diperlukan pada saat pertama
21
kali sistem komputer diaktifkan. Proses mengaktifkan komputer
pertama kali ini disebut dengan booting, yang dapat berupa cold
booting atau warm booting.
Cold booting merupakan proses mengaktifkan sistem komputer
pertama kali untuk mengambil program bootstrap dari keadaan listrik
komputer mati (off) menjadi hidup (on). Sedangkan warm booting
merupakan proses pengulangan pengambilan program bootstrap pada
saat komputer masih hidup dengan cara menekan tiga tombol tombol
pada papan ketik sekaligus, yaitu Ctrl, Alt, dan Del. Proses ini
biasanya dilakukan bila sistem komputer macet, daripada harus
mematikan aliran listrik komputer dan menghidupkannya kembali.
Instruksi-instruksi yang tersimpan di ROM disebut dengan
microinstruction atau firmware karena hardware dan software
dijadikan satu oleh pabrik pembuatnya. Isi dari ROM ini tidak boleh
hilang atau rusak karena bila terjadi demikian, maka sistem
komputer tidak akan bisa berfungsi. Oleh karena itu, untuk
mencegahnya maka pabrik pembuatnya merancang ROM sedemikian
rupa sehingga hanya bisa dibaca, tidak dapat diubah-ubah isinya oleh
orang lain. Selain itu, ROM bersifat non volatile supaya isinya tidak
hilang bila listrik komputer dimatikan.
Pada kasus yang lain memungkinkan untuk merubah isi ROM, yaitu
dengan cara memprogram kembali instruksi-instruksi yang ada di
dalamnya. ROM jenis ini berbentuk chip yang ditempatkan pada
rumahnya yang mempunyai jendela di atasnya. ROM yang dapat
diprogram kembali adalah PROM (Programmable Read Only Memory),
yang hanya dapat diprogram satu kali dan selanjutnya tidak dapat
diubah kembali. Jenis lain adalah EPROM (Erasable Programmable
Read Only Memory) yang dapat dihapus dengan sinar ultraviolet serta
22
dapat diprogram kembali berulang-ulang. Disamping itu, ada juga
EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory)
yang dapat dihapus secara elektronik dan dapat diprogram kembali.
c. Rangkuman 1
1) Komputer PC terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian input,
proses, dan output. Setiap bagian terdiri dari beberapa komponen
yang saling mendukung.
2) Setiap komponen pada PC mempunyai spesifikasi tertentu dan
kegunaan/fungsi khusus.
d. Tugas 1
1) Amati sebuah PC, sebutkan mana yang termasuk unit input, unit
proses, dan unit output.
2) Bukalah casing suatu PC, sebutkan catat dan sebutkan namanama
komponen yang ada didalamnya.
e. Tes Formatif 1
1) Gambarkan struktur/diagram blok dari komputer dan jelaskan
fungsi masing-masing bagian !
2) Sebutkanlah komponen-komponen pada PC yang termasuk unit
input !
3) Berilah satu contoh spesifikasi dari prosesor/mikroprosesor
f. Kunci Jawaban Formatif 1
1) Lihat Gambar a. Struktur Komputer beserta penjelasannya.
2) Keyboard, Mouse, Joy stake, Microphone, Midi, Camera,
Scanner,dsb.
3) Intel Pentium 133 : Kecepatan clock 133 Mhz, tegangan kerja 5V,
cache memori 128KB
23
g. Lembar Kerja 1
Alat dan bahan :
1) Komputer PC 1 unit lengkap dengan multi media
2) Buku manual reference untuk komponen PC yang sesuai
3) Tools set
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
Langkah Kerja
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2) Bukalah penutup casing pada CPU
3) Amati semua komponen yang ada.
4) Catatlah semua komponen yang ada pada CPU dan di luar CPU.
5) Buka dan bacalah buku manual reference yang sesuai dengan
komponen yang ada.
6) Catatlah spesifikasi dari komputer tersebut.
7) Buatlah laporan tentang spesifikasi dari komputer yang anda
amati tersebut.
8) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
9) Jika semua telah selesai tutuplah kembali cashing pada CPU dan
rapikan alat dan bahan kemudian kembalikan ke tempat semula.
24
2. Kegiatan Belajar 2: Perakitan PC dan Keselamatan Kerja
dalam Merakit Komputer
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu menginstalasi komponen PC dengan baik
dan aman.
2) Peserta diklat mampu mengetahui tindakan yang membahayakan
dalam pemasangan komponen PC.
b. Uraian Materi 2
Sebelum merakit sebuah PC pastikan pertalatan yang dibutuhkan
sudah tersedia, Peralatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
Obeng, tang, AVO meter (bila ada), solder, timah solder, isolasi, tali
pengikat kabel dan buki catatan. Solder maupun AVO meter jarang
dipakai apabila mempergunakan komponen yang masih baik.
Pengukuran arus dan tegangan listrik hanya dilakukan apabila
komponen yang dipergunakan adalah komponen bekas yang anda
tidak mengetahui apakah masih baik atau tidak. Sebaiknya tidak
menggunakan AVO meter pada motherboard apabila motherboard
masih baik, karena anda tidak tahu titik-titik mana yang merupakan
titik ukur. Kecerobohan dalam hal ini bisa menimbulkan akibat fatal.
Apabila anda mempergunakan komponen baru, anda tidak perlu
melakukan pengukuran arus dan tegangan dengan AVO meter. AVO
meter mungkin perlu dipergunakan hanya untuk mengetahui tegangan
listrik di jala-jala listrik rumah anda saja. Bila anda sudah mengetahui
lihatlah di bagian power suply komputer (terdapat di dalam
cahing/kotak komputernya) apakah sudah diatur pada skala tegangan
yang sesuai dengan tegangan listrik di tempat anda atau belum. Bila
type power suply-nya tergolong type otomatik anda tidak perlu
hawatir. Apabila power suplynya tergolong semi otomatik,
25
kemungkinan anda harus memindahkan posisi saklar pengatur
tegangan ke posisi tegangan yang sesuai dengan tegangan listrik di
tempat anda.
Selanjutnya untuk merakit komputer personal anda dapat mengikuti
langkah-langkah sebagai berikut :
1) Ambil motherboard dan letakkan di tempat yang aman. Persiapkan
peralatan dan buku manual dari masing komponen PC. Baut
motherboard dengan papan casing, sehingga akan lebih kuat dan
aman.
Gambar 16. Motherboard
2) Pasanglah processor pada tempatnya (soket-nya) perhatikan
tanda pada processor harus ditempatkan sesuai dengan tanda
yang ada pada soket tersebut (tidak boleh terbalik). Kuncilah
tangkai pengunci yang biasanya terdapat disisi soket processor.
Perhatikan kode titik atau sisi processor dengan bentuk miring
merupakan petunjuk agar bagian processor itu dipasang pada
bagian slot yang memiliki tanda sama. Bacalah dengan baik
manual processor dari pabriknya Apabila anda kurang hati-hati
atau terbalik memasang processor ini bisa berakibat fatal. Bila
anda ragu sebaiknya pada saat membeli motherboard bisa anda
26
tanyakan kepada penjualnya. Kemudian pasanglah kipas
pendingin diatasnya. Pada produk processor terakhir sudah
dilengkapi dengan kipas pendingin.
Gambar 17. Pemasangan Prosesor
3) Pasanglah memori RAM pada tempatnya dengan baik, perhatikan
sudut memori yang biasanya berlekuk harus ditempatkan pada
tempatnya secara hati-hati. Apabila anda terbalik memasangnya,
maka memori akan sulit dimasukan. Pada jenis memori SDRAM,
dudukan memori di motherboard memiliki pengunci yang akan
bergerak mengunci bersamaan dengan masuknya memori ke
dalamnya.
27
Gambar 18. Pemasangan RAM
4) Masukan motherboard ke dalam cashing (kotak komputer),
kaitkanlah pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik
cashing, ke dalam lubang yang terdapat pada motherboard. Pada
sudut yang memungkinkan anda tempatkan baut, bautlah
motherboard tersebut pada cashing untuk menghindarkan
terjadinya pergeseran motherboard pada waktu anda memindahmindahkan
CPU nantinya. Sebaiknya hati-hati memasang
motherboard pada cashing karena bentuknya tipis kecil dan
memiliki rangkaian elektronik yang rumit.
28
Gambar 19. Memasukkan Motherboard dalam Casing
5) Pasanglah kabel khusus catu daya motherboard yang ada pada
prower suply (biasanya dituliskan P8 dan P9), kabel berwarna
hitam dari kedua konektornya harus dipasang berdampingan.
Apabila anda mempergunakan jenis motherboard jenis ATX,
pasanglah kabel power khusus tersebut pada slot power khusus
ATX yang terdapat pada motherboard tersebut.
Gambar 20. Pemasangan Kabel pada Motherboard
29
6) Pasanglah hard disk, floppy drive pada tempat yang telah tersedia
dalam cashing CPU, kencangkan dudukannya dengan baut secara
hati-hati. Bila ada CD ROM drive, pasangkan pula alat ini secara
hati-hati dan dikencangkan dengan baut. Perlu diperhatikan untuk
CD-ROM dan hard disk jumper terpasang dengan benar, karena
akan mengindentifikasikan sebagai master atau slave, akrena jika
salah hard disk atau CD-ROM tidak akan terdeteksi.
Gambar 21. Pemasangan Kabel dan Jumper
Gambar 22. Pemasangan Harddisk, Disk Drive, dan CD ROM pada
Casing
7) Sambungkan kabel dari power suply ke slot power yang terdapat
di hard disk, flopy drive dan CD ROM drive. Perhatikan sudut
30
konektor plastiknya pada kabel tersebut biasanya sudah dirancang
pas sesuai dengan dudukan yang terdapat pada hard disk, flopy
drive atau CD ROM drive. Bila anda memasang konektor ini
terbalik, maka pada saat anda memasukan konektor tersebut akan
terasa sedikit sulit. Segeralah cabut konektornya dan masukan
kembali pada posisi yang tepat.
Gambar 23. Pemasangan Kabel Power pada Harddisk, Disk Drive, dan
CD ROM
8) Sambungkan kabel pita (kabel data) pada dudukan hard disk,
flopy drive dan CD ROM drive. Kabel ini berfungsi untuk
menghubungkan peralatan tersebut ke motherboard. Perhatikan
sisi kabel berwarna merah harus ditempatkan pada kaki nomor
satu (lihat keterangan yang dituliskan pada hard disk atau flopy
drive ataupun CD ROM drive). Bila terbalik memasangnya
komputer tidak akan bekerja baik dan dapat merusakan peralatanperalatan
tersebut. Kabel yang terpasang ke flopy drive lebih
sempit bila dibandingkan kabel penghubung hard disk ataupun CD
ROM drive. Kabel penghubung hard disk dan CD ROM drive sama
ukurannya. Untuk kabel Pita strip merah pada pinggir kabel
menandakan no:1.
31
Gambar 24. Pemasangan Kabel Data
9) Sambungkan kabel dari flopy drive ke slot untuk flopy drive,
demikian pula sambungkan kabel dari hard disk ke slot IDE nomor
1, dan kabel dari CD ROM ke slot IDE nomor 2. Perhatikan juga
agar sisi kabel berwarna merah harus menempati kaki nomor satu
pada tiap slot. Anda bisa melihat keterangan yang tertulis di
motherboard ataupun di manual motherboard.
Gambar 25. Slot Disk Drive, Hard disk dan CD ROM
10) Pasanglah VGA card pada slotnya, bila anda memiliki card dari
jenis ISA, anda harus menempatkan card tersebut pada ISA slot
bus di motherboard. Bila anda memiliki card VGA jenis PCI, anda
harus pasangkan card tersebut pada slot bus PCI di motherboard.
32
Tetapi jika VGA berupa VGA onboard, tinggal mengatur dalam
BIOS.
Gambar 26. Pemasangan VGA Card pada Motherboard
11) Pasang expansion card tambahan pada PCI maupun ISA.
Expansion card dapat berupa LAN card sound card , TV tunner
card, video capture dan lain-ain. Setelah itu kencangkan dengan
baut denag dudukan casing PC.
Gambar 27. Mengencangkan Epansion Card pada Casing
33
12) Hubungkan konektor kabel penghubung tombol "Reset" ke pin
"Reset" yang terdapat pada motherboard. Hubungkan pula
konektor kabel penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker
yang ada pada motherboard. Sering ditulis dengan kode LS.
Beberapa cashing telah dilengkapi pula kabel lampu indikator
berikut kabel penghubungnya lengkap dengan konektornya agar
perakit komputer tinggal menghubungkan saja ke motherboard.
Gambar 28. Memasang Tombol-tombol Casing
13) Pasanglah kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di card
VGA, perhatikan konektornya memiliki 3 deretan kaki yang
tersusun rapi, dengan konektor berbentuk trapesium.
14) Pasangkan konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat di
motherboard. Dan perangkat yang lain.
Gambar 29. Terminal untuk I/O Motherboard
34
15) Pasangkan kabel listrik (power) dari layar monitor ke slot power
yang terdapat di bagian belakang power suply yang telah
terpasang pada cashing CPU. Bila konektornya tidak cocok, anda
dapat memasang kabel listrik tersebut ke jala-jala listrik rumah
anda. Anda akan membutuhkan T konektor untuk membagi listrik
ke monitor dan CPU yang anda rakit. Pasangkan kabel listrik untuk
CPU ke slot yang terdapat pada power suply di bagian belakang
cashing CPU.
Gambar 30. Pemasangan Kabel Power
Sekarang anda telah berhasil merakit sebuah Personal Komputer,
tetapi anda belum bisa mempergunakan komputer tersebut. Anda
masih harus mengatur program BIOS, dan memasang (menginstal)
program sistem operasi dan program aplikasi ke dalam hard disknya.
Sebelum anda mengatur program BIOS, anda cek kembali semua
langkah yang telah anda lakukan tadi. Perhatikan posisi "jumper"
jangan ada yang salah, demikian pula processor dan RAM serta kabelkabel
penghubung hard disk, flopy drive dan CD ROM drive. Setelah
anda yakin benar dan sudah sesuai dengan keterangan yang
35
tercantum dalam manual pabrik dari setiap peralatan tadi. Anda bisa
melakukan pengaturan program BIOS.
c. Rangkuman 2
1) Dalam merakit komponen pastikan tidak ada kaki komponen yang
terbalik, atau pemasangan kabel yang terbalik. Karena akan
berakibat fatal bagi komponen maupun peralatan yang lain.
2) Urutkan dalam merakit komponan PC sesuai dengan manual
instruksinya.
d. Tugas 2
1) Gambarkan urutan kaki komponen prosessor dan RAM.
2) Ambil sebuah motherboard PC, sebutkan nama dan fungsi dari
jumper, soket, chip, dan slot yang ada dalam motherboard.
e. Tes Formatif 2
1) Bagaimana cara mengatahui urutan kabel pita pada floppy
maupun hard disk?
2) Bagaimana cara memasang prosesor pada motherboard.
f. Kunci Jawaban Formatif 2
1) Dengan melihat warna kabel pada bagian tepi. Kabel nomor 1
adalah kabel yang berwarna merah atau biru, kabel berikutnya
bernomor berikutnya (2-34 untuk floppy dan 2-40 untuk hard
disk).
2) Lihat uraian materi 2 pada bagian pemasangan prosesor.
g. Lembar Kerja 2
Alat dan bahan :
1) Komponen PC untuk 1 unit lengkap dengan multi media.
36
2) Buku manual reference untuk komponen PC yang sesuai.
3) Tools set.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
Langkah Kerja
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2) Bukalah penutup casing.
3) Pasangkan motherboard ke dalamnya.
4) Buka dan bacalah buku manual reference yang sesuai dengan
komponen yang ada.
5) Pasangkan disk drive, hard disk, dan CD ROM drive ke casing pada
tempat yang telah disediakan dengan rapi, benar, dan kuat.
6) Pasangkan prosesor beserta pendingin dan kipasnya pada
motherboard dengan hati-hati dan benar.
7) Pasangkan RAM pada mother board.
8) Instalasi pengkabelan motherboard dengan mengacu pada buku
manual referencenya (kabel : power, kipas, disk drive, hard disk,
CD ROM Drive, LED, tombol reset, power, dlsb).
9) Pasangkan kabel power ke disk drive, hard disk, dan CD ROM
Drive.
10) Pasangkan kabel ke disk drive, hard disk, dan CD ROM Drive
dengan urutan yang benar.
11) Pasangkan semua card I/O yang ada pada slot yang tersedia di
motherboard dengan benar kemudian disekrup pada
pemegangnya supaya kuat dan kokoh.
37
12) Cek kembali semua sambungan dan pemasangan komponen yang
telah dikerjakan dengan teliti, setelah yakin benar periksakan hasil
kerja anda pada pengajar.
13) Buatlah laporan tentang perakitan PC dari komputer yang anda
rakit tersebut.
14) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
15) Jika semua telah selesai tutuplah kembali cashing pada CPU dan
rapikan alat dan
38
3. Kegiatan Belajar 3 : BIOS dan Konfigurasi Sistem
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu mengenal BIOS dalam setiap PC.
2) Peserta diklat mampu mengoperasikan BIOS untuk mengaktifkan
dan menonaktifkan PC.
b. Uraian Materi 3
Basic Input Output System atau sering disebut BIOS merupakan
firmware. BIOS digunakan untuk mengatur komponen PC secara
software atau dengan kata lain disebut dengan istilah jumper less
Komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS hanya tertentu saja,
dan merupakan komponen pokok dalam sebuah PC dan komponen
yang terintegrasi dengan mainboard (Onboard). Berikut komponen
yang dapat di set melalui BIOS:
· Hard disk
· CD-ROM
· Floppy disk
· RAM
· Processor
· LAN onboard
· Souncard onboard
· VGA onboard
Dalam modul ini digunakan Award BIOS sebagai contoh untuk
menkofigurasi komponen PC. Sedangakn untuk BIOS dengan merk
lain hampir sama, hanya letak dan namnya saja yang munkin
berbeda. Pada AWARD BIOS terdapat beberapa menu pokok yaitu:
MAIN, ADVANCED, POWER, BOOT, EXIT. Berikut langakah - langkah
untuk mengatur komponen PC.
39
1) Hard Disk dan CD-ROM
Untuk komponen hard disk, dalam BIOS hanya mangatur aktif
tidaknya serbuah hard disk, dan juga menentukan berapa besar
kapasitas sebuah hard disk baiks scara manual maupun otomastis.
Terletak dalam menu MAIN kemudian dilanjutkan pada sub menu
letak dari drive terpasang.
Gambar 31.Pengenalan Hard Disk dan CD-ROM pada BIOS
Selanjutnya untuk mengatur hard disk atau CD ROM, masuk ke sub
menu letak hard disk atau CD ROM terpasang. Kita asumsikan
bahawa hard disk terlatak pada primary master.
Gambar 32. Penentuan Hard Disk dan CD-ROM pada BIOS
40
Dalam menu di atas merupakan tampilan untuk mengatur hard disk
yang terletak di primary master. Yang perlu diatur dalam menu di atas
adalah “type”, dalam menu tersebut terdapat pilihan diantaranya:
Auto, User Type HDD, CD-ROM, LS-120, ZIP, MO, Other ATAPI device,
dana None. Untuk lebih amany pilih Auto karena system akan
medeteksi secara otomatis device yang terpasang, sedangkan None
digunakn untuk men-disable hard disk atau tidak ada device yang
terpasang.
2) Floppy Disk
Untuk mengatur floopy disk terletak dalam menu yang sama seperti
hardik dan CD_ROM. Terletak dalam menu MAIN dan pada umumnya
bernama legacy diskette A. dalam opsi drive A dapat dipilih bermacam
jenis type Disk Drive seperti 1.44 MB, 3.5-“ 720Kb, 3.5 “ – 2.88MB,
3.5” -360KB, 5.24”- 720kb, 5.25” dan none. Opsi “none” digunakan
untuk menonaktifkan floppy disk. Pilih sesuai dengan floopy disk yang
terpasang atau jika tidak terdapat floopy disk terpasang dapat
digunakan pilihan None.
Gambar 33. Pengenalan Floppy Disk pada BIOS
41
3) RAM
RAM hanya dapat diatur bagian clock latency-nya saja tetapi tidak
semua RAM dapat diatur, merk tertentu saja yang dapat di set secara
manual. Hanya RAM yang sering digunakan untuk overcloking yang
dapat diset manual. Untuk mestting masuk ke menu advanced à
Chip Configuration.
Gambar 34. Pengaturan RAM pada BIOS
Pada gambar di atas untuk menentukan seting secara manual atau
otomatis terletak dalam sub menu “SDRAM Cofiguration” Untuk “By
SPD” akan dilakukan seting secara automatis oleh sistem sedangkan
untuk seting secara manual pilih “User Define”. Hati- hati dalam
mengubah nilai Clock latency dari RAM, sesuaikan dengan
kemampuan RAM yang terpasang. Untuk lebih amannya gunalan
pilihan secara otomatis selain lebih aman nilai yang diatur akan
disesuaikan dengan nilai default RAM yang terpasang.
4) Prosesor
Ada beberapa cara untuk mengatur kecepatan prosesor sesuai dengan
kemampuannya. Untuk seting dengan BIOS tidak semua prosesor bisa
42
diatur, hanya prosesor tertentu saja yang dapat di set lewat BIOS.
Untuk mengatur variabel-variabel dalam prosesor masuk kedalam
menu advanced, maka akan terlihat beberapa menu yang
berhubungan dengan CPU, yaitu: CPU speed, CPU/PCI Frequency,
dan CPU/Memory frequency ratio. CPU Speed merupakan kecepatan
CPU yang dapat ditentukan secara Manual maupun otomatis. Untuk
melakukan Overcloking dapat dilakuakn seting pada bagian
CPU/Memory frequency ratio. Pada bagian ini dapat di set jika CPU
Speed dipilih manual. Tetapi perlu diingat sesuiakn dengan
kemampuan prosesor karen jika tidak akan berakibat fatal.
Gambar 35. Pengaturan Prosesor pada BIOS
5) LAN Onboard dan Sound onboard
Untuk kedua komponen ini sama dalam melakukan konfigurasi di
dalam BIOS. Terletak dalam menu yang sama dan untuk
mengaktifkan dengan memelih “enabled” pada masing-masing
komponen. Sedangkan untuk menonaktifkan cukup dengan memilih
“disabled”. Sedangkan untuk opsi auto digunakan untuk medeteksi
secara otomatis, jika ada komponen yang terpasang maka akan
automatis mengaktifkan komponen tersebut. Untuk masuk dalam
43
konfigurasi komponen ini masuk menu Advanced à Chip
Configuration. Dalam versi BIOS ini LAN Onboard dengan menu MCP
MAC Controller sedangkan Sound Onboard denagn menu MCP Audio
Controller, pilih enabled atau Auto untuk mengatifkan komponen
tersebut. Perlu diingat apbila ingin memasang komponen baru yang
bukan onboard dan komponen tersebut sejenis dengan komponen
yang onboard maka harus dinon-aktifkan komponen yang onboard
tersebut terlebih dahulu. Karena jika tidak akan terjadi konflik IRQ
atau I/O addres-nya.
Gambar 36. Pengaturan LAN dan Sound onboard pada BIOS
6) VGA Onboard
Untuk mengatur komponen VGA onboard yang perlu diperhatikan
adalah mengatur besar kecilnya shared memori. Shared memori
adalah memori yang digunakan oleh VGA sebagai buffer dan
diambilkan dari RAM. Besarnya nilai shared memori tegantung
kemampuan VGA dan besarnya RAM yang terpasang. Untuk mangatur
besarnya shared memori masuk ke menu advaced Chip Configuration.
Pilih bagian “VGA Shared memory size”. Besar kecilnya nilai memory
yang diambil tergantung dari Jenis VGA Onboardnya dan besarnya
kapasitas RAM yang terpasang.
44
Gambar 37. Pengaturan VGA Onboard pada BIOS
Satu hal lagi dalam VGA yang sangat penting adalah Primary VGA
BIOS. Opsi ini terletak dalam menu Advanced à PCI Configuration,
digunakan untuk memilih urutan deteksi dari VGA yang terpasang
dalam sistem. Urutan tersebut diantaranya: PCI VGA Card, AGP VGA
card, dan Onboard VGA. Jika VGA yang digunkan dalah Onboard maka
set dengan Onboard VGA.
Gambar 38. Penentuan Jenis VGA lewat BIOS
45
7) Aktivasi komponen melalui sistem operasi
Untuk mengaktifkan komponen-komponen dalam sistem operasi harus
dipersiapkan terlebih dahulu driver dari masing-masing komponen.
Secara Umum untuk instalasi driver dari setiap komponen adalah
sama. Berikut aktifasi komponen dalam sistem opeprasi:
a) klik kanan pada my computer --> properties
Gambar 39. My Computer Properties
b) komponen yang belum terinstall akan terlihat tanda peringantan,
seperti gambar di bawah ini
Gambar 40. Tanda Komponen yang Tidak Aktif
46
c) klik kanan pada icon komponen tersebut selanjutnya klik update
driver. Maka akan tampil keluaran seperti gambar di bawah ini.
Gambar 41. Kotak Dialog Update Driver
d) Pilih yang advanced untuk menentukan secara manual letak driver
dari komponen.
Gambar 42. Penentuan Letak Driver Komponen
e) Jika driver yang diapasang sesuai, maka proses instalasi
komponen telah selesai, selanjutnya komponen dapat digunkan.
47
Sedangakan untuk komponen tertentu perlu dilakukan restart
sistem.
Gambar 43. Instalasi Driver Seleasi
c. Rangkuman 3
1) Untuk mengatur komponen secara software dilakukan dengan
BIOS. Komponen yang dapat diatur adalah komponen yang
pokok dalam PC dan integrated komponen dalam system.
2) Untuk komponen yang telah terintegrasi dalam sistem untuk
mngaktifkan dengan memih Enabled dan untuk menonaktifkan
dengan mendisabled.
3) Untuk memasang komponen yang sejenis dengan komponen yang
terintegrasi mak perlu dimatikan terlebih dahulu komponen yang
terintegrasi.
d. Tugas 3
1) Amatilah seting BIOS pada suatu PC, kemudian catatlah.
2) Setinglah BIOS pada PC tersebut sesuai dengan komponen dan
pheriperal yang terpasang.
48
e. Tes Formatif 3
1) Apa beda mode auto dan manual pada setting BIOS?
2) Bagaimana cara menyeting BIOS, supaya PC dapat bekerja
dengan optimal.
f. Kunci Jawaban Formatif 2
1) Mode auto BIOS akan membaca setting secara otomatis sesuai
dengan kondisi komponen dan peripheral yang terpasang.
Sedangkan mode manual setting harus diisi oleh pengguna sesuai
dengan spesifikasi komponen atau peralatan yang terpasang.
2) Pengesetan setting pada BIOS diisi secara manual sesuai dengan
spesifikasi komponen dan peralaan yang terpasang. Bagian setting
peralatan yang tidak ada disetting disable atau none. Dengan
demikian kerja komputer akan lebih cepat.
g. Lembar Kerja 3
Alat dan bahan :
1) PC 1 unit lengkap dengan multi media.
2) Buku manual reference untuk komponen PC yang sesuai.
3) Tools set.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
Langkah Kerja
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2) Bukalah penutup casing pada CPU
49
3) Amati semua komponen yang ada.
4) Catatlah semua komponen dan peripheral yang ada pada CPU dan
di luar CPU.
5) Buka dan bacalah buku manual reference yang sesuai dengan
komponen yang ada.
6) Catatlah spesifikasi dari komponen dan peripheral tersebut.
7) Hidupkan komputer dan tekan tombol Del (atau yang lain sesuai
dengan petunjuk yang ada atau pesan yang ditampilkan dilayar)
untuk menuju menu setting BIOS.
8) Catatlah semua setting BIOS yang ada disitu.
9) Keluar dari menu setting lanjutkan sampai proses booting selesai,
amati dan catat lama waktu booting, kemudian matikan dengan
prosedur mematikan yang benar.
10) Ulangi langkah 7, kemudian ubahlah setting BIOS tersebut sesuai
dengan spesifikasi komponen dan peripheral yang terpasang.
11) Ulangi langkah 9.
12) Buatlah laporan tentang lama waktu booting dan pengaruh
setting BIOS pada komputerut.
13) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing
(pengajar).
14) Jika semua telah selesai tutuplah kembali cashing pada CPU dan
rapikan alat dan bahan kemudian kembalikan ke tempat semula.
50
4. Kegiatan Belajar 4 : Peripheral PC dan Setting Peripheral
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu menjelaskan peralatan yang dibutuhkan
dalam menyambung/memasang peripheral.
2) Peserta diklat mampu menjelaskan prosedur pemasangan/
penyambungan peripheral dengan baik dan benar.
3) Peserta diklat mampu menjelaskan setting peripheral
menggunakan software.
b. Uraian Materi 4
Peripheral komputer merupakan peralatan tambahan komputer yang
dibutuhkan untuk keperluan – keperluan lain. Misalnya koneksi
jaringan, mencetak, atau mengambil gambar. Peripheral tersebut
meliputi Printer, Scanner, Modem, Network Card, dan lain sebagainya.
Instalasi peripheral meliputi instalasi secara fisik dan instalasi secara
software. Instalasi fisik meliputi pemasangan peripheral dengan baik
dan benar, dan instalasi software meliputi pengenalan peripheral
terhadap sistem operasi yaitu dengan menginstall driver yang
dibutuhkan.
1) Printer
Printer merupakan komponen output yang digolongkan sebagai Hard
Copy Device. Yaitu merupakan alat yang digunakan untuk mencetak
keluaran dari proses yang dilakukan oleh komputer baik tulisan
maupun grafik secara langsung dengan menggunakan media kertas
ataupun yang lainnya.
Ada tiga jenis printer yang beredar dipasaran. Dot matrik, Ink Jet, dan
Laser Jet. Printer Dot Matrik merupakan printer yang menggunakan
pita sebagai alat percetakannya. Ink Jet menggunakan tinta,
51
sedangkan laser jet menggunakan serbuk laser. Sedangkan jenis
konektor printer ada dua macam yaitu melalui konektor Paralel Port
dan USB Port.
Langkah – langkah instalasi printer :
- Tancapkan kabel printer pada printer dan konektor parallel port
male/konektor USB port pada komputer dengan benar.
Gambar 44. Konektor Paralel untuk Printer
52
Gambar 45. Konektor Printer USB
- Pastikan catridge printer sudah terpasang dengan benar.
- Hubungkan printer ke jala-jalla listrik
- Dan pastikan ada ativitas dalam printer tersebut (catrigde
bergerak).
- Sampai langkah ini instalasi peripheral secar fisik sudah selesai
- Selanjutnya tinggal instalasi untuk software yaitu pemasangan
driver.
Pada instalasi driver, biasanya pada sistem operasi Windows XP akan
secara otomatis menjalankan file instalasi driver tersebut. Langkah –
langkahnya adalah sebagai berikut :
- Masukan CD Driver bawaan printer tersebut, dalam praktek kali ini
printer yang akan diinstal adalah printer Canon BJC-2100.
- Setelah CD dimasukan, Windows akan secara otomatis
menjalankan file eksekusi dan akan muncul kotak dialog seperti
berikut :
53
Gambar 46. Tampilan Awal Instal Printer
- Setelah itu tekan tombol Next, untuk konfirmasi bahwa Anda
akan menginstall driver tersebut. Dan setelah itu akan muncul
kotak dialog seperti berikut :
Gambar 47. Kotak Dialog Instal Printer BJC-2100SP
54
- Klik tombol Start, untuk memulai proses instalasi dengan memilih
option Printer Driver.
Gambar 48. Kotak Dialog Proses Instal Printer BJC-2100SP
- Setelah proses peng-copy-an file selesai, akan muncul kotak
dialog seperti gambar di bawah ini.
Gambar 49. Kotak Dialog Deteksi Port Printer
55
- Untuk selanjutnya tekan tombol Manual Selection untuk
memilih port yang akan digunakan. Dan setelah itu akan muncul
kotak dialog seperti berikut ini.
Gambar 50. Kotak Dialog Seleksi Port Secara Manual
- Setelah pemilihan port selesai, tekan tombol Next dan proses
instalasi akan selesai dan printer siap digunakan.
2) Scanner
Scanner adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan
mesin fotokopi. Mesin fotocopy hasilnya dapat langsung kamu lihat
pada kertas sedangkan scanner hasilnya ditampilkan pada layar
monitor komputer dahulu kemudian baru dapat dirubah dan
dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang
kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen dan gambar.

0 komentar:

Posting Komentar